Fenomena Alam

Rabu, 13 Februari 2013


1. Pelangi Bulan
7  fenomena alam yang sulit ditemui
Pelangi terjadi karena matahari bersinar pada tetesan-tetesan air embun, biasanya terjadi pada atmosfir setelah hujan. Moonbow lebih jarang terjadi, hanya dapat dilihat pada malam hari ketika bulan ada pada titik rendah pada saat bulan purnama sampai hampir purnama. Satu tempat popular untuk melihat Moonbow adalah di air terjun Cumberland di kentucky AS.

2. Fatamorgana
 

7  fenomena alam yang sulit ditemui
Fatamorgana muncul ketika cahaya terbias dan menghasilkan gambar dari suatu object atau langit padahal sebenarnya tidak ada. Fenomena ini biasanya terjadi di permukaan panas, seperti jalan aspal atau gurun pasir.

3. Sabuk Venus
 

7  fenomena alam yang sulit ditemui
Sabuk Venus adalah fenomena yang muncul pada saat senja yang berdebu ketika sekumpulan langit kemerahan dan kecoklatan muncul diantara langit dan cakrawala.

4. Awan Noctilucent
 

7  fenomena alam yang sulit ditemui
Awan Noctilucent adalah awan yang sangat tinggi secara atmosfir yang membiaskan cahaya pada senja ketika matahari telah tenggelam, mengiluminasi/menyinari langit dengan sumber cahaya yang tak tampak.

5. Aurora Borealis
 

7  fenomena alam yang sulit ditemui
Pada belahan dunia selatan juga dikenal dengan nama Aurora Australis, Aurora Borealis adalah partikel bermuatan listrik dari matahari yang telah mencapai bagian teratas atmosfir bumi dan menjadi sangat aktif. Aurora biasanya sering terlihat di daerah dekat kutub dan pada waktu dimana siang dan malam sama panjang.

6. Awan Mammatus
 

7  fenomena alam yang sulit ditemui
Bentuk awan yang aneh ini sering diasosiasikan dengan badai, dan tidak dapat dimengerti sepenuhnya bagaimana awan ini terbentuk.

7. Pusaran Api
 

7  fenomena alam yang sulit ditemui
Pusaran api adalah tornado yang berputar terlalu dekat dengan kebakaran hutan atau pusaran yang terbentuk karena terdapat terlalu banyak panas di area tersebut. 
sumber :http://beridong.blogspot.com/2012/04/7-fenomena-alam-yang-sulit-ditemui.html

0 komentar:

Posting Komentar

 

Lorem

Ipsum

Dolor